Hadir sebagai narasumber utama Ibu Hj. Wati Rahayu, S.Pd yang dengan lugas membagikan pengetahuan dan arahan teknis terkait penyusunan KSP tahun 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh tamu istimewa yaitu Ibu Lilis, Bendahara Komite periode 2022-2024, dan Ibu Ruharti, selaku Ketua Komite yang baru. Sedangkan peserta utama adalah seluruh guru kelas dan tenaga kependidikan yang sangat berperan penting dalam keberhasilan penyusunan kurikulum.
Ibu Wati Rahayu, S.Pd menyampaikan panduan dan arahan teknis tentang penyusunan KSP Tahun 2025. Beliau menekankan pentingnya menyelaraskan program sesuai kebutuhan dan kemampuan sekolah serta memperhatikan aspek guru dan tenaga kependidikan.
Berdasarkan pemaparan narasumber (Wati Rahayu, S. Pd), dalam penyusunan KSP 2025, fokus utama adalah menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dan karakteristik satuan pendidikan serta muridnya. Proses tersebut harus berlandaskan lima prinsip penting, yaitu berpusat pada murid, kontekstual sesuai kondisi lokal, memuat hal-hal esensial dan mudah dipahami, berbasis data yang akuntabel, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan seperti guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan orang tua.
Poin penting dalam penyusunan KSP meliputi:
Untuk memaksimalkan pembelajaran dalam KSP 2025, kurikulum diharapkan menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menitikberatkan pada keterlibatan aktif siswa melalui metode interaktif seperti problem-based learning dan inquiry-based learning. Penggunaan teknologi digital secara optimal juga menjadi bagian dari strategi pembelajaran, termasuk pemanfaatan aplikasi dan platform pembelajaran daring yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa.
Selain itu, guru didorong untuk terus mengikuti pelatihan dan workshop guna menguasai teknik pembelajaran terbaru serta membangun komunitas belajar untuk berbagi pengalaman dan strategi. Lingkungan kelas inklusif yang adaptif terhadap berbagai kebutuhan siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, juga menjadi perhatian penting agar setiap siswa dapat berkembang optimal sesuai potensinya.
Penerapan penilaian berbasis proyek dan portofolio menggantikan metode ujian konvensional untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta kreativitas siswa. Kolaborasi erat antarpendidik dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk komite sekolah dan orang tua, menjadi kunci keberhasilan implementasi KSP yang relevan dan berdampak positif pada mutu pendidikan.
Diskusi dan Pengumpulan Masukan
Kesimpulan dan Rencana Tindak Lanjut